KANDAS! Hasil Pengolahan Produk Unggulan KKN 81 UTM

(Foto KANDAS Hasil Produk Unggulan. Oleh KKN 81 UTM)

Bangkalan -  Selasa, (23/07) Kelompok Kerja Nyata Universitas Trunojoyo Madura 81 (KKN UTM 81)  selenggarakan sosialisasi terkait pengelolaan produk unggulan  dan pemasaran yang telah digagas oleh Kelompok KKN  81. Kegiatan ini berlangsung di Posko KKN UTM 81 yang bertepatan  di kediaman rumah bapak Saad. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB  dan berakhir pada pukul10.30 WIB. Sosialisasi ini dilatar belakangi karena melihat potensi hasil pertanian berupa padi yang melimpah. Serta hasil tanaman padi yang dapat diolah dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi maka  KKN 81 melihat ini sebuah potensi secara ekonomi yang bisa dikembangkan.

Alhasil lewat keras serta kerjasama antara  kelompok dan batuan beberapa pihak terciptalah produk unggulan Kerupuk Nasi Pedas (KANDAS). Produk olahan ini masa kini yang kekinian yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif dari Kelompok mahasiswa KKN 81 UTM yang dibimbing langsung oleh Ayyu Subhi Farahiba, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dan bekerjasama secara langsung dengan Kelompok Tani Desa Pereng. Dengan inovasi yang ada produk olahan dari beras padi ini dapat dinikmati dari semua kalangan.
Menyadari akan tantangan diera digital mahasiswa KKN 81 UTM sosialisasi kali ini kepada warga terkait pemasaran produk unggulan tersebut dengan cara online dan teknik pemasaran serta kemasan yang kreatif dan unik.

Produk KANDAS yang telah dihasilkan siap dipasarkan secara online dan dikembangkan oleh warga Desa Pereng. Serta dapat meningkatkan kreativitas warga khususnya ibu-ibu yang merupakan program kerja unggulan KKN 81 UTM. Ali Ramdhani sebagai Koordinator Desa Pereng (Kordes) tempat melakukan pengabdian KKN 81 melaksanakan program ini bertujuan untuk mengembangkan hasil potensi desa yang melimpah berupa padi. Maka sangat memungkinkan untuk mengolah hasil pertanian menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat desa setempat.
(Foto Bersama Setelah Lunching KANDAS. Oleh: KKN81 UTM)
Pada saat kegiatan ini, ibu-ibu sangat senang. Karena dengan adanya sosialisasi ini mereka dapat mengetahui bahwa sisa nasi bisa di manfaatkan menjadi KANDAS yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Mereka juga terbantu dengan adanya sosialisasi digital marketing bukan hanya untuk pemasaran KANDAS namun juga untuk pemasaran produk lainnya dengan cara online.
Produk yang telah dihasilkan tentu perlu dikembangkan lagi. Perlu adanya sinergitas antar semua pihak. Baik pemerintah desa dan warga untuk melanjutkan program ini. Agar produk ini benar-benar bisa diproduksi secara masal dapat menjadi ikon produk unggulan desa.

Adanya kegiatan ini, ibu-ibu merasa senang dan memiliki wawasan baru.  Serta mengetahui bagaimana cara pengemasan yang lebih menarik konsumen dengan menggunakan kemasan yang lebih kreatif seperti kemasan Standing Pouch. Bagi mahasiswa tentu apa yang telah dilaksanakan semata-mata adalah niat ikhlas pengabdian kepada masyarakat. Serta membawa manfaat untuk masyarakat secara langsung dan sebagai wujud bakti mahasiswa untuk masyarakat Desa Pereng. 

Oleh: Alvin Nur Fauziyah dan Ulfi Laelatul Mahmudah Mahasiswi UTM

Komentar (0)

Posting Komentar