Kelompok KKN 51 UTM 2019 Berhasil Sulap Sisa Sayuran Menjadi Pupuk Organik

KKN 51 Universitas Trunojoyo Madura 2019
(Penyuluhan GP2T Oleh KKN 51 UTM. Foto: Syamsul/KKN51)
Bangkalan Penyuluhan Gerakan Petani Peduli Tanaman (GP2T) merupakan salah satu program kerja dari Kelompok 51 KKN Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang bertempat di Desa Lergunong Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Penyuluhan ini berlangsung di rumah Kepala Desa Lergunong pada hari Jum'at 12 Juli 2019 dengan antusias warga yang sangat baik.

Dengan memanfaatkan sisa-sisa sayuran yang sudah tidak layak, KKN 51 UTM me-nyulap-nya menjadi pupuk organik, harapan pembuatan pupuk organik ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan, serta dapat membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani Desa Lergunong.


Penyuluhan GP2T berlangsung dengan pemaparan materi, prosedur pembuatan dan praktik pembuatan pupuk organik. Penyuluhan ini dihadiri oleh Kelompok Tani beserta Karang Taruna Desa Lergunong, dengan tujuan adanya keberlanjutan dalam pembuatan pupuk organik. “Pemakaian pupuk organik diharapakan dapat menjadi solusi untuk permasalahan pencemaran tanah dan juga kualitas lahan yang menurun” ucap Suci selaku penanggungjawab acara GP2T.
KKN 51 Universitas Trunojoyo Madura 2019
(Proses pembuatan pupuk organik. Foto: Syamsul/KKN51)
Proses pembuatan pupuk organik ini dilakukan dengan cara pencampuran sisa sayuran, kompos dan EM4. Selain bermanfaat untuk petani, proses pembuatannya hanya membutuhkan biaya yang terjangkau. "Kami berharap adanya bantuan EM4 dari pemerintah, karena jarak tempuh yang jauh juga memengaruhi tingkat harga barang" ucap Ketua Kelompok Tani dalam acara GP2T di Rumah Kepala Desa Lergunong, Jum'at (12/07).

Penulis: Heni Rosidah
Editor: Amin

Komentar (0)

Posting Komentar